Mengungkap Sejarah Cerita Kelam Misteri di Hutam Dapurono, Kendal
MENEMBUS HUTAN
Berjalan tembus rimba Darupono, Sabar berjalan tertatih. Lelaki tua itu ialah seorang bekas tahanan politik, sekalian berjalan dia menceritakan pada pewarta photo Dita Alangkara mengenai momen pahit yang dirasakan.
TAHANAN BURU
Bersama dengan partnernya yang bekas tahanan politik, Supari (kiri) serta Eko Sutikno (kanan), masa lalu jelek pembantaian masyarakat yang didakwa anggota PKI didatangkan kembali. Dulu, Supari serta Eko ialah anggota Instansi Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi kebudayaan sayap kiri yang dibuat PKI. Keduanya pernah rasakan pahitnya hidup di Pulau Buru, pulau sebagai tahanan buat mereka yang didakwa terjebak dalam organisasi komunis.
KUBURAN MASSAL
Warga yang hidup di dekat rimba Darupono benar-benar ingat momen yang berjalan beberapa puluh tahun kemarin. Dalam tempat itu, pembantaian atas mereka beberapa tertuduh anggota PKI dikerjakan. Serta dua kuburan massal yang diindikasikan jadi makam lebih dari 35 orang sekarang dapat dilihat.
KISAH PEMBANTAIAN
Supar ialah saksi mata dari eksekusi masyarakat yang didakwa anggota PKI di Kaliwungu, Jawa Tengah. Saat itu dia lihat beberapa puluh orang tangannya diikat keduanya serta digandeng-gandengkan. Melingkari dua lubang, mereka yang dipandang terjebak PKI duduk melingkari lubang dan mereka ditembaki. Saat pembataian usai, atas perintah tentara saat itu, Supar tutupi lubang itu dengan tanah serta menanamkan pohon jarak ditengahnya.
MENARI
Supari yang bekas tahanan politik masih ingat bagaimana serunya tarian yang dibawakan oleh rekan-rekannya di Lekra. Disertai lagu ''Genjer-genjer'' tarian itu tetap hebat serta benar-benar di nikmati. Di rimba Darupono, lelaki yang pernah rasakan jadi orang tahanan di Nusakambangan itu menari, dia coba mengingat apa yang dulu pernah dilewati.
HILANG DAN TERBUNUH
Sekalian mengisap kretek, Sabar menceritakan getirnya jadi orang tahanan sepanjang delapan tahun tanpa ada pengadilan. Karena masuk dengan Front Petani, sebagai organisasi sayap kiri PKI, dia ikut didakwa jadi anggota PKI yang lakukan pembunuhan jenderal-jenderal Angkatan Darat. Dalam operasi pembasmian yang diadakan tidak lama sesudah momen berdarah itu, banyak kawan sabar hilang serta terbunuh. Dia yakini beberapa salah satunya ada di Darupono.
EKS BURU
Sama seperti dengan Sabar, Eko Sutikno bekas tahanan politik. Dia terhitung rombongan pertama yang dikirim ke pulau itu pada 17 Agustus 1969, bersama dengan sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Di muka Pabrik Kertas Kaliwungu yang dahulu jadikan penjara, dia berdiri kembali kenang. Habiskan 14 tahun di Pulau Buru, Eko baru dapat hirup kebebasan pada 1979, serta sesudah lewat perjalan panjang dia kembali pada Kendal.
Posting Komentar
Posting Komentar